Service95 Logo
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Issue #003 Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali
Polaroid image of poet and activist Yelda Ali Emily Hlaváč Green

Perlu untuk Diketahui: Aktivis Hak Perempuan, Seniman, dan Penyair Yeldā Ali

Pertama kali aku mengatur jadwal untuk bertemu di Zoom dengan Yeldā Ali adalah pada awal Desember 2021, sampai ia mengirimiku sebuah email singkat – “Aku merasa tidak enak badan (bukan Covid)” – dan kami pun mengatur ulang jadwalnya. Malangnya, ternyata ia betul-betul terjangkit Covid, dan kami harus mengatur ulang jadwalnya lagi. Dan lagi. Pada saat kami akhirnya bertemu, aku sangat ingin tahu apa yang dirasakannya waktu itu, tetapi, meskipun suaranya yang serak menjadi bukti perjuangannya melawan Omicron, seniman dan aktivis Afghanistan Kanada yang berbasis di New York ini dengan lembut menepis kekhawatiranku. Fokus utamanya? Bukan pada kesehatannya sendiri, melainkan pada meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang sangat didukungnya. Dan tak heran ia ingin langsung membahasnya – perempuan ini sangat sibuk. Dan ia serba bisa. Sebagai seorang DJ, ia telah tampil bersama sejumlah musisi seperti Alex Rodriguez dan BeyGOOD. “Aku tidak pernah bilang ‘Aku seorang DJ,’” jelasnya. “Itu cuma suatu hal yang kulakukan.” Tetapi sepak terjangnya seputar isu sosial dan politiklah yang benar-benar merupakan inti dari hal-hal yang dilakukannya. Sebagai anggota masyarakat diaspora Afghanistan (ibunya pergi dari Afghanistan saat tengah mengandung Ali), ia menghabiskan waktunya mengangkat isu-isu seputar komunitas ini dan mengangkat suara orang-orang Afghanistan yang terpinggirkan baik di ‘dalam negeri’ maupun di negara lain. Fokusnya pada suara-suara yang tidak terdengar inilah yang menjadi benang merah karya-karyanya. Inspirasi di balik koleksi puisi debutnya di tahun 2020, Outlet, yang membahas kesehatan mental dari berbagai segi, lahir dari keinginan untuk, “menyumbang perspektif dan realitas dari orang-orang yang biasanya tidak mendapatkan kesempatan bicara.” Semua hal tersebut, plus urusan kecil menjalankan platform perempuan global yang inklusif Camel Assembly – sebuah kolektif penggiat kreatif beragam yang berkumpul untuk berbagi ide, mengadakan acara, dan terlibat dalam aktivisme. Pada tahun 2017, dua tahun setelah ia mendirikan Camel Assembly dengan Keisha Hannam, Ali menghadirkan mottonya #MarchingDaily sebagai respons terhadap International Women’s March tahun itu. Motivasinya? “[Sebagian besar perempuan] tidak mengatakan, ‘Aku ingin membakar braku dan berunjuk rasa setahun sekali,'” ucapnya. “Perubahan yang nyata terjadi melalui tugas-tugas mendetail yang mengesalkan tapi penting yang kita lakukan setiap hari.” Pada akhir tahun 2021, ia mengubah organisasinya menjadi organisasi nirlaba terdaftar dan kini ingin mengganti fokusnya ke keselamatan perempuan, karena “perempuan tidak akan dapat melakukan apa pun jika pada intinya mereka tidak merasa aman.” Saat masih kecil, ketika ditanya ingin jadi apa dirinya jika sudah besar nanti, Ali tahu dia ingin ‘berbagi cerita dan berjuang untuk kebebasan’. Tak diragukan lagi, ia telah mewujudkan ramalan itu. Terkait cara terbaik untuk mendukung komunitas Afghanistan, Ali merekomendasikan untuk menjadi kawan bagi “pengungsi di lingkungan Anda” sambil berkontribusi ke organisasi-organisasi berikut ini:
  1. Panah Charity Badan amal yang berbasis di AS ini membantu orang-orang yang kehilangan haknya di Afghanistan.
  2. Women For Afghan Women Bekerja untuk membantu perempuan dan anak perempuan Afghanistan yang rentan di Afghanistan dan New York.
  3. Bayat Foundation Menyediakan sumber daya dan dukungan bagi perempuan dan anak-anak Afghanistan yang hidup dalam kondisi yang berisiko.
  4. Afghan American Foundation Menggaungkan suara masyarakat diaspora Afghanistan di Amerika.
  5. Aseel Organisasi kemanusiaan global yang membantu orang-orang untuk secara langsung menyumbangkan bantuan dan paket darurat ke komunitas tertentu di Afghanistan.
Seun Matiluko adalah seorang penulis dan peneliti asal Inggris di bidang hukum, ras, dan politik. Ia telah menulis untuk berbagai publikasi termasuk gal-dem, The Independent, serta Glamour, dan saat ini menjadi Frank Knox Memorial Fellow di Harvard Law School, Massachusetts
← Back

Thank you for subscribing. Please check your email for confirmation!
Invitation sent successfully!

Please check your email for a reset password link!

Subscribe