Service95 Logo
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
Issue #001 ‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’
A black and white image of a white visibly disabled woman, standing on one of two podiums of various heights wearing a black dress with black shoes © Yumna Al-Arashi

‘Mari bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas’

Aku tinggal di dunia yang tidak didesain untukku. Sebagai seorang penyandang disabilitas fisik, sebagian besar kegiatan dan kebebasanku dibatasi oleh desain tempat, ruang, dan produk. Hal ini paling terasa ketika aku mendekati pintu otomatis dan pintunya tidak terbuka karena sensornya dipasang untuk ketinggian tertentu. Atau ketika aku mau memesan kopi dan konternya sangat tinggi sehingga baristanya tidak bisa melihatku dan terus berseru, ‘Silakan, selanjutnya!’. Keduanya tidak bisa kuakses, tapi mungkin yang satu dibuat seperti itu untuk memastikan keselamatan anak-anak, dan yang satunya supaya barista bisa berdiri untuk membuat kopi. Namun demikian, keduanya menjadi pengingat kalau tempat, ruang, dan produk sering kali diciptakan berdasarkan anggapan dan pengalaman desainernya, yang berarti mereka membuat asumsi tentang siapa yang menggunakan produk mereka, siapa yang tinggal di dunia kita, dan siapa yang bekerja sebagai barista. ‘Ketidakserasian’ antara aku dan lingkunganku bukanlah satu-satunya. Pikirkan tentang sebuah gunting yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang tidak kidal, atau bagaimana suhu kantor standar dikembangkan berdasarkan tingkat metabolisme istirahat rata-rata pria. Sepatu balet pointe hadir untuk pertama kalinya dalam warna yang serasi dengan warna kulit hitam dan ras campuran baru pada tahun 2019. Di tengah pandemi, tes antigen atau rapid tidak dapat diakses oleh penyandang tunanetra, dan masker wajah masih tetap menjadi halangan bagi komunitas tunarungu. Bagaimana cara mengubah semua itu? Mari kita bangun dunia yang mengikutsertakan semua orang, dengan desain – dan melalui aksesibilitas. Aku mendefinisikan aksesibilitas sebagai praktik berkelanjutan dan berkembang yang dicapai melalui partisipasi yang disengaja, bermakna, dan interseksional dari orang-orang yang mengalami sendiri rasanya tereksklusi. Aku percaya jika kita mendesain dunia yang lebih mudah diakses, kita juga akan membangun dunia yang lebih adil. Solusi kemudahan akses ini tidak hanya membantu para penyandang disabilitas, tetapi juga akan memperbaiki kehidupan kita semua. Misalnya, tahukah kalian kalau pesan teks awalnya didesain untuk komunitas tunarungu? Pesan teks pertama dikirim pada tahun 1992 dan diciptakan oleh Matti Makkonen sebagai cara yang mudah diakses oleh para penyandang tunarungu untuk saling berkomunikasi di antara sesamanya maupun dengan komunitas non-disabilitas. Sekarang, pesan teks adalah layanan data yang paling banyak digunakan di dunia, dengan 22 miliar teks terkirim per harinya. (Data ini bahkan tidak mencakup fitur pesan di Snapchat, Instagram, WhatsApp, dan TikTok.) Aku percaya inovasi ada di dasar komunitas yang belum terjangkau, tapi dari mana harus memulainya? Rencanaku seperti ini:
  1. Disabilitas bukan kata yang buruk Ucapkan kata difabel dan hindari eufemisme.
  2. Dukung seniman dan aktivis difabel, seperti: Christine Sun Kim, Rosie Jones, Chella Man, Éabha Wall, dan Dr Rosaleen McDonagh
  3. Kita tidak tahu apa yang tidak kita ketahui Di sekolah, di rumah, di bioskop, saat panggilan Zoom, atau di tempat kerja, selalu tanyakan pada diri kalian sendiri ‘apakah ini mudah diakses?’
Sinéad Burke adalah penulis, akademisi, dan aktivis disabilitas yang tinggal di Dublin. @tiltingthelens
← Back

Thank you for subscribing. Please check your email for confirmation!
Invitation sent successfully!

Please check your email for a reset password link!

Subscribe