Service95 Logo
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Issue #008 Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag
Drag Queen Sasha Velour's Service 95 Take Over © 2022, Sasha Velour

Dari Teater Abad Pertengahan hingga Para Ratu Televisi RuPaul: 9 Hal Yang Perlu Kamu Tahu tentang Seni Drag

Lebih dari satu dekade yang lalu, episode pertama RuPaul’s Drag Race disiarkan, membawa pemirsa ke balik layar dunia drag dan memberikan panggung yang sangat besar bagi sejumlah penampilnya yang paling unik. Tapi acara ini hanyalah puncak gunung es dari representasi drag, dan cerita serta sorot lampunya telah dipangkas dan diredupkan sedemikian rupa agar sesuai dengan batasan-batasan yang ramah untuk konsumsi TV. Banyak pemirsa yang baru mengetahui soal drag yang mungkin ingin tahu lebih banyak lagi tentangnya. Di sini, superstar Drag Race Sasha Velour – sang ratu pionir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah seni drag, yang sepak terjang seni drag-nya sendiri telah mengangkat medium ini ke level baru yang memesona – membawa pembaca Service95 dalam suatu perjalanan drag yang melampaui apa yang mungkin telah mereka ketahui.
Portrait of Amanda Lepore

Amanda Lepore (2003), Karin Kohlberg/Contour/Getty Images

1. Banyak penampil drag paling terkenal di dunia adalah perempuan – bukan hanya ‘laki-laki gay’ (walaupun kami memang sangat ahli dalam hal tersebut)! Baik sebagai raja drag, ratu drag, atau seniman pertunjukan queer non-biner, perempuan telah membuat dan terus memberikan beberapa kontribusi paling penting untuk seni kami ini. Peppermint telah melakukan tur dunia sebagai penampil diva pop yang menyanyi secara langsung jauh sebelum ia tampil sebagai kontestan trans pertama di Drag Race. Landon Cider, terkenal akan ilusi raja drag-nya yang sangat maskulin, berhasil mengumpulkan basis fans internasional setelah tampil di Dragula-nya The Boulet Brothers. Beberapa perempuan dengan pencapaian menonjol lainnya dalam seni ini antara lain adalah Kitten N ‘Lou – pasangan di kehidupan nyata (keduanya ikon lesbian sejati) yang melakukan tur keliling dunia untuk pertunjukan drag burlesque mereka; Sasha Colby, ratu drag favoritnya setiap ratu drag (yang bisa kalian lihat penampilannya di acaraku, NightGowns); dan Amanda Lepore, seorang legenda New York yang telah membentuk ulang citra ‘perempuan sempurna’. Pengaruh perempuan pada drag sudah ada sejak lama, termasuk Stormé Delarverie, seorang penyanyi jazz, pembawa acara drag dan penjaga bar gay yang diyakini memulai pemberontakan Stonewall pada tahun 1960-an!
Portrait of South African trans artist and hairdresser Kewpie

Kewpie (c.1955-1985), Western Cape/Digital Transgender Archive

2. Drag telah sukses besar di seluruh dunia jauh sebelum Drag Race Kewpie, seorang ratu drag yang juga dikenal sebagai Cappucine, membawakan berbagai pertunjukan drag terpopuler (alias konser ‘moffie’) di Cape Town, Afrika Selatan selama era apartheid di tahun ’50 dan ’60-an. Di siang hari, ia menjalankan salon rambut di Distrik 6 kota tersebut. Di malam hari, pertunjukannya menjadi suar kehidupan queer bagi orang-orang kulit berwarna. Akihiro Miwa menjadi terkenal di tahun 1957 karena lagu mesumnya Me Que Me Que, kemudian mulai membawakan acara dan membintangi pertunjukan drag bulanan bernama World Of Akihiro Miwa di Shibuya, Tokyo, yang berlangsung hingga tahun 2000-an. Bahkan di Moskow, pertunjukan drag Rusia seperti yang di kelab malam Stasiun Pusat (Tsentralnaya Stantsya) telah ada jauh sebelum internet ada dan terus berlangsung hingga sekarang – meskipun adanya kekerasan dan pembatasan dari negara.
Photograph of Members of the Street Transvestite Action Revolutionaries protesting holding sign that reads, Street Transvestite Action Revolutionaries

Sylvia Rivera & Marsha P Johnson (1970), Getty Images

3. Aktivisme trans tetap menjadi bagian vital dari drag Para aktivis telah lama mengadakan pertunjukan drag untuk mengumpulkan uang bagi yang membutuhkan. Di New York pada tahun ’50-an, Lee Brewster mengadakan kontes drag privat untuk Mattachine Society (salah satu kelompok aktivis gay pertama di Amerika) sampai organisasi tersebut menghentikan pertunjukannya karena adanya transfobia dalam jajaran pengurusnya. Brewster membubarkannya, membuka sebuah butik wig, dan di tahun 70-an ia berjuang untuk hak perumahan dan hukum bagi kaum queer dan trans bersama aktivis trans Marsha P. Johnson dan Sylvia Rivera (yang menyebut diri mereka ratu drag) sebagai bagian dari organisasi aktivis Street Transvestite Action Revolutionaries. Di Paris, bintang cabaret drag trans Coccinelle mendirikan sebuah organisasi bernama Devenir Femme pada tahun 1994 untuk menolong kaum trans lainnya menemukan dukungan praktis. Di AS, sejumlah kontes drag seperti Imperial Court System dan Miss Continental telah menyediakan ruang dan sumber daya bagi seluruh komunitas queer selama puluhan tahun. 4. Ada ketidakamanan dan ketidaksetaraan finansial yang substansial di dunia drag Di sebagian besar tempat (walaupun tidak di pertunjukanku) para penampil mendapatkan penghasilan yang berbeda-beda untuk pekerjaan yang sama. Banyak seniman yang merasa mereka perlu tampil di Drag Race guna mendapatkan upah layak untuk pekerjaan penuh waktu. Sayangnya, tampil di TV tidak menjamin kesuksesan ataupun keamanan. Bahkan mengikuti audisi untuk acara tersebut – belum lagi melakukan persiapan untuk kompetisinya – menghabiskan banyak biaya dan dapat membuat mereka berhutang puluhan ribu dolar.
Illustration of Kabuki performers Sanogawa Ichimatsu, Nakamura Kiyosaburo), Sanogawa Senzo and Nakamura Kumetaro, circa 1750. Artist Ishikawa Toyonobu.

Kabuki, Ishikawa Toyonobu (c. 1750), Heritage Art/Heritage Images/Getty Images

5. Drag tidaklah modern – ini sudah ada sejak berabad-abad lalu Di seluruh dunia, pertunjukan teater dimulai sebagai bagian dari tradisi spiritual dan keagamaan. Di Eropa Abad Pertengahan, karnaval keagamaan adalah sebuah ruang bagi orang-orang dari semua gender untuk bertukar pakaian dan tampil. Adalah suatu kesalahpahaman umum bahwa drag diciptakan berdasarkan kebutuhan karena perempuan dilarang tampil dalam pertunjukan teater, padahal yang terjadi justru sebaliknya: masyarakat yang menyebut diri mereka bermoral tidak ingin perempuan mengambil bagian dalam teater karena semua pengalaman drag tersebut. Di Jepang sekitar tahun 1603, seorang penari kuil dan raja drag bernama Okuni adalah orang pertama menciptakan suatu bentuk seni yang disebut Kabuki, yang berisi nyanyian dan tarian queer. Tapi kurang dari seabad kemudian, perempuan dilarang ambil bagian sama sekali di dalamnya karena ‘masalah moral’.
Portrait of Marsha P Johnson at the 1975 Gay Pride March

Marsha P Johnson (1975), Getty Images

6. Orang-orang telah ditahan (dan bahkan dibunuh) karena menampilkan seni drag Para penampil drag sering kali harus berjuang untuk melawan penindasan yang silih berganti, menciptakan keamanan, kegembiraan, dan keindahan di tempat yang paling dibutuhkan. Salah satu kasus pertama yang terdokumentasikan terkait penahanan penampil drag adalah kasus Stella dan Fanny, pasangan queer di London era Ratu Victoria yang sering mengunjungi ‘Molly houses’ (ruang aman bagi kaum queer) dengan mengenakan gaun dan mereka dihadapkan pada tuntutan kriminal besar di pengadilan atas ‘konspirasi untuk melakukan sodomi’ (mereka akhirnya dibebaskan). Di Amerika, kita baru mengetahui tentang kisah William Dorsey Swann, yang menyebut dirinya “ratunya drag” dan mengadakan pesta dansa mewah untuk kaum queer dari kalangan kulit berwarna di Washington DC pada awal tahun 1900-an. Gara-gara ini, ia dijatuhi hukuman 10 bulan penjara untuk tuduhan palsu “memiliki rumah yang tidak teratur” – sebuah eufemisme untuk kegiatan menjalankan rumah bordil. Swann menulis surat kepada Presiden Grover Cleveland guna mengajukan grasi, membuatnya menjadi orang pertama yang terdokumentasikan yang memprotes kriminalisasi kaum queer. (Grasi tersebut ditolak.) Banyak cerita dari masa lalu kami yang penuh dengan tragedi. Marsha P. Johnson, salah satu penampil drag terbaik dan aktivis trans di New York, ditemukan terbunuh pada tahun 1992. Kematiannya masih belum terpecahkan.
Photograph of Drag Queen Sasha Velour performing live, wearing angel wings

Sasha Velour, Smoke & Mirrors, Jeff Eason

7. Lip-sync sebenarnya adalah inovasi teknologi drag modern Para penampil lip-sync drag pertama disebut sebagai ‘penampil rekaman’ dan bermula di bar kelas pekerja dengan jukebox pada tahun 1960-an. Beberapa ‘peniru perempuan’ profesional pada masa itu bersifat cukup menghakimi terhadap para penampil baru ini dan kemungkinan besar terancam oleh hadirnya bakat baru tersebut. Namun lip-sync membuka profesi ini bagi orang-orang yang bukanlah penyanyi terlatih, yang memperkuat kesenian drag. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa ‘seni yang bagus’ bukanlah soal kesempurnaan dari tiap detailnya, tapi soal kekuatan dari efek keseluruhannya. Hal ini juga berlaku untuk sejarah drag yang menggunakan teknologi baru dalam cara-cara yang mudah diakses dan kreatif. Hal ini terus mengambil peran, dengan berbagai eksperimen menggunakan proyeksi video (seperti di acaraku, Smoke & Mirrors) dan drag streaming digital, yang didorong oleh kondisi pandemi.
Photograph of male drag queen Mei Lanfang

Mei Lanfang, Getty Images

8. Telah ‘terungkap’ selama ratusan tahun Salah satu seniman drag pertama yang melakukan tur keliling dunia adalah seorang penampil Irlandia bernama Du-val, yang melakukan tur ke Inggris, Afrika, dan India pada pertengahan tahun 1800-an membawakan pertunjukan yang melibatkan pergantian karakter dalam berbagai gender secara cepat – perempuan pencuci baju, gadis debutan yang glamor, aristokrat kasar, profesor kikuk. Pada tahun 1920-an, seorang pemain akrobat udara kelahiran Texas bernama Barbette memukau penonton di Paris dengan penampilan trapeze-nya, di mana ia akan beralih antara aksi maskulin dan feminin hanya dengan melepas wignya. Mei Lanfang, bintang Opera Tiongkok paling terkenal di era ’20-an dan ’30-an, dikenal akan kostum-kostum fantasinya dengan hiasan kepala yang sangat besar, lengan panjang, dan jubah berornamen, yang akan dilepasnya sebelum menampilkan aksi berbahaya seperti menangkap gelas anggur dengan kakinya – yang dilakukannya sambil bernyanyi dengan teknik falsetto! 9. Drag lebih peduli pada apa yang kalian lakukan daripada siapa kalian – atau bagaimana penampilan kalian Pesan terpenting dari drag adalah bahwa tidak penting dari mana asal kalian atau apa yang telah kalian alami: kalian bisa mendefinisikan sendiri kehidupan dan takdir kalian melalui imajinasi, perbuatan, dan karya kalian, serta bagaimana kalian memperlakukan orang lain. Bagian terbaiknya, drag adalah ruang yang menolak diskriminasi dengan menempatkan titik berat yang secara intrinsik bersifat queer pada potensi setiap orang untuk bertransformasi dan mengeksplorasi ruang antara.  Rekomendasi Penting Drag Versi Sasha Velour 
  1. Video YouTube – Faces Of Drag (2021)
  2. Film dokumenter – The Queen (1968) 
  3. Serial TV – We’re Here (2020) 
  4. Majalah – Velour: The Drag Magazine edisi 1-3 
  5. Kelab malam – The Lemon Lab di Santiago, Chili 
 

Untuk hal-hal penting terkait drag pilihan Sasha Velour lainnya, ikuti @Service95 di Instagram 

IKUTI @SERVICE95

← Back

Thank you for subscribing. Please check your email for confirmation!
Invitation sent successfully!

Please check your email for a reset password link!

Subscribe